Mungkin terdengar aneh. Apalagi bagi mereka yang begitu percaya bahwa pers yang NETRAL merupakan salah satu indikator demokrasi. Karena telah kehilangan NETRALITAS itulah yang membuat saya tidak percaya lagi bahwa media masa sekarang merupakan salah satu indikator demokrasi. Di era informasi sekarang, media masa adalah corong yang sangat efektif untuk menyuarakan kepentingan. Teori oligarki kekuasaan semakin mengukuhkan keberadaannya manakala kita menguak profil pemilik modal yang berada di balik sebuah media massa.
Mengeksplorasi kesalahan lawan politik. Memberitakan kegiatan partai politik yang diusung sang pemilik modal. Mereka lupa bahwa frekuensi media elektronik yang mereka adalah milik publik. Anugrah kelebihan capital yang mereka miliki seolah membuat mereka abai akan hak-hak publik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Andai Sehat Bisa Dibeli
Kalau ada yang jual sehat. Saya akan beli! itu adalah status WA seorang teman. beberapa waktu yang lalu. sama-sama penyintas PH dan Kelaina...
-
Hari ini di kantor ada perpisahan rekan kerja yang akan memasuki masa pensiun mulai bulan Oktober besok. Masa kerja lebih dari tiga puluh t...
-
Harimau Jawa (sumber: independent.co.uk) Oleh: Hiski Darmayana (Alumni Antropologi FISIP Universitas Padjadjaran) Dalam khasanah kebu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar