Jumat, 20 Maret 2026

Di Ambang Idul Fitri 1447 H

Kurang lebih tiga jam lagi...
adzan maghrib kan menggema. 
pertanda hari kan berganti, 1 Syawal telah tiba.

Lebaran kali ini masih ada perbedaan.
Ada yang hari ini, pemerintah memutuskan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 206.
Terima kasih Yaa Alloh!
Sampai di titik ini.
Nikmat yang tidak terperi.
Berharap perjalanan hidup ini sampai di Ramadhan tahun depan.
Sehat dan stabil selalu.

Bagi penyintas PJB dan PH. 
Ibadah puasa menjadi tantangan tersendiri.
Mudah2an jadi penambah catatan amal kebaikan. 

Allohuakbar walillahilham!

Sabtu, 28 Februari 2026

Catatan Harian Seorang Penyintas PJB dan PH

Hari-hari yang penuh dinamika.
akhir-akhir ini kondisi tubuh terasa agak memburuk.
Momok sekarang yang dominan adalah dizzy dan perasaan serasa mau pingsan.

Melalui hari-hari yang tidak pernah sama.
Hari-hari yang penuh dengan misteri,
semisteri hidup itu sendiri.
Pagi terasa enak
bisa saja siang ngeflare.
Walau dengan rumus sama, tetap saja unpredictable.
Menuntut diri ini untuk selalu siap,
bahkan untuk dipanggil pulang sekalipun.

Aku bukan berkeluh kesah.
Apalagi tidak menerima takdir ini.
Sekedar sharing 
mudah2an menginspirasi,
bahwa benar memang hidup itu harus diperjuangkan.

*ngeflare adalah istilah penyintas sakit kronis yang merujuk pada kondisi yang memburuk.

Kamis, 22 Januari 2026

Tentang Kehadiran

 “Di tempat yang salah, sekalipun kamu memberikan yang terbaik itu ga akan cukup — tapi di tempat yang tepat, kehadiranmu aja udah cukup untuk dirayakan”.

Minggu, 04 Januari 2026

Quo Vadis?

Awal baru ini pemikiran banyak digelayuti peristiwa invasi US ke Venezuela. 
Presidennya ditangkap dan dibawa ke US.
Ko bisa ya?
Di tengah dunia yang semakin terbuka.
Ketika informasi tidak sepenuhnya bisa lagi dikuasai.
Ketika opini publik tidak sepenuhnya bisa direkayasa sedemikian lupa.

Luluh lantak sudah citra US sebagai penjaga nilai-nilai kebaikan universal.
Demokrasi dan hak asasi manusia.
Yang tersisa adalah bukti nyata hukum rimba.
Menghadapi si kuat, si lemah bisa apa.

Apakah ini sebenarnya ruh kapitalisme?

Sebagai seorang anak manusia,
ijinkan aku bertanya.
Tentang kemanusiaan.
tentang peradaban,
tentang hidup berdampingan secara damai,
tidak ada bangsa pilihan, 
semua sama kecuali takwanya.

Tapi inilah dunia. Alam ramai. 
Kalau damai...adem tentrem....yang di Surga!



Rabu, 10 Desember 2025

Andai Sehat Bisa Dibeli

Kalau ada yang jual sehat. Saya akan beli!
itu adalah status WA seorang teman.
beberapa waktu yang lalu. 
sama-sama penyintas PH dan Kelainan Jantung Bawaan.
Kalau saya sudah beranjak senja,
dia sedang masa-masa emasnya kehidupan.
Tuhan menakdirkan sama.
Mengutus keterbatasan-keterbatasan untuk membersamai hidup kita. 
Dalam hidup banyak hal yang kita tidak bisa tolak.

Sehat itu mahal.
Sehat itu modal berharga.

Tapi kalau sedang sehat, banyak orang yang lupa dan lalai.
Ketika kita sehat, lupa sudah penderitaan kita ketika sakit.

Makin lama makin menyadari bagaimana fananya dunia ini.
Kita sudah tidak lagi merasakan sakit yang menimpa beberapa waktu sebelumnya.
Pun kita sudah tidak merasakan lagi enaknya makanan dan nikmat-nikmat lain yang telah kita nikmati.

Yang tersisa adalah halal haramnya.
Racun dan hal-hal madharat lainnya. 


Minggu, 09 November 2025

Pak Karno dan Pak Harto

Pernah memuja Soekarno?
Pernah...
Membahas dan membaca segala sesuatu tentang Soekarno di masa orde baru adalah seksi.

Pernah membenci Soeharto?
Pernah...
Mengkritisi kebijakan rezim yang sudah berkuasa adalah sebuah keberanian. 

Seiring usia
mungkin makin banyak wisdom yang diperoleh.
Intinya jangan terlalu meninggikan dan merendahkan sesuatu.
Di dunia ini tidak ada abadi.
tidak ada yang sempurna
Kecuali nabi, tidak ada yang terjaga dari dosa.

Yang dibutuhkan hanyalah terus belajar
mengambil hikmah dari kejadian
Tiap orang akan mempertanggungjawabkan segalanya di Mahkamah Rabbaniyah.
Sekecil apapun kebaikan akan dibalas
pun dengan kejahatan. 
Pasti akan berbalas. 

Minggu, 12 Oktober 2025

Ke LAN Lagi

Gedung LAN RI Jalan Veteran No. 10 Jakarta

Qodarullah...
Dapat kembali ke Gedung ini. 
Kembali ke Jakarta, setelah hampir sembilan tahun. 
Akhir tahun 2016 ke sini dalam rangka pemberkasan untuk mendapatkan rekomendasi menjadi widyaiswara.
Delapan tahun sudah...
Menjalani jabatan fungsional sebagai seorang widyaiswara ahli muda.
Dengan segala dinamikanya,
Susah senangnya.
pahit-getirnya,
Tawa dan bahagianya.

Ke sini lagi dalam rangka kepentingan akreditasi lembaga diklat.
Gedungnya masih tetap
Logonya telah berganti...

Hidup adalah sebuah perjalanan. 
Dan tiap jalan pasti ada kubangannya, kelokan, turunan dan tanjakan. 
Jalani, nikmati dan syukuri adalah sebuah konsep untuk melewati hidup ini.
sebagai sebuah bekal untuk kehidupan selanjutnya. 



 

Jumat, 10 Oktober 2025

...

Ingin sebenarnya mengucapkan "Selamat Ulang Tahun!".
Tapi dipikir lagi,
Untuk apa.
Sebagai apa...
Toh bukan apa-apa,
dan bukan pula siapa-siapa!

Hanya ...

Minggu, 14 September 2025

Fourty Eight

Alhamdulillah...Ditakdirkan Alloh SWT.
sampai di usia 48 tahun. 
Sungguh tidak terasa...
Serasa baru kemarin
20 
30
40
48
Alhamdulillah ya Allah hidupku penuh dinamika dan warna.
Saya terima dengan sepenuh syukur.

Selasa, 26 Agustus 2025

Bi Nonoh

Beberapa hari yang satu meninggal dunia,
Ibunya teman dekat masih saudara dari pihak ibu. 
Orangnya baik.
Akuan.
Kalau lagi kerumahnya 
sok sagala disuguhkan.
Suaminya Mang Sudirman.
Bas/Ahli bangunan yang membangun rumah saya.
Sering berdialog.
Ia adalah salah satu kader bapak saya.
sewaktu aktif di pergerakan akhir orde lama dan awal orde baru.
banyak cerita yang bapak saya sendiri juga tidak cerita.
paling menarik adalah segment gestapu.
tentang aktifis PKI yang ada di desa kami.
Menurut Mang Sudirman
Bagi aktifis PKI tragedi 1965 bukan kekalahan. 

Kembali kepada Bi Nonoh,
Yang saya kangenin adalah ciloknya.
Dulu waktu SD.
Bi Nonoh suka jualan. Cilok salah satunya.
Wuih juara pokoknya.
Semua tinggal cerita.
Seperti diri ini yang semakin menua,
satu-persatu orang-orang tua yang menjadi bagian hidup kami pergi. 
Ah....
Tetiba aku merasa sepi. 

Sabtu, 16 Agustus 2025

Renungan 17 Agustus

Ketika kecil, 17 Agustus adalah momen yang menggetarkan.
Sakral!
Masih ingat, pagi-pagi buta 17 Agustus dimandiin Ibu!
Sementara di kampung sebelah suara dogdog/reog sudah membahana.
Mereka akan pawai!

Gapura di ujung gang sudah dihias.
Makanan khas digantungkan horizontal.
Nanti akan diambil oleh peserta pawai.

Kalau pawai Agustusan itu yang paling diingat adalah Alm. Letnan Didi.
Ia tentara betulan. 
Beliaulah narator pawai dari dusunnya, Cikujang Hilir. 
Diiringi dentuman meriam karbit dan pekik merdeka,
Narasi tentang perjuangan dikumandangkan.
Sangat menjiwai!
Mungkin karena pelaku sejarah.
Kita seperti terbawa ke masa perjuangan. 

Jaman orde baru pawai agustusan temanya ya kemerdekaan.
Jarang bahkan hampir tidak ada yang berupa kritikan.



Sabtu, 09 Agustus 2025

Rejeki Itu Alloh yang Mengatur

Tok tok tok...
"Wah tukang cuanki lewat nih pikirku!".
Sudah lama ga jajan cuanki. 
Kusiapkan mangkok.
Namun pas ke depan ternyata tukang siomay! bukan tukang cuangki.
Aduh!
Mau balik kanan sudah terlihat.
"Betapa terlukanya Mang Siomay kalau melihat saya ga jadi beli!". Gumamku. 

Sambil melihat Mang Siomay menyiapkan pesanannku. 
Aku melihat kuasa Tuhan dalam memberikan rejekinya. 
Dari belakang, terlihat bagian punggungnya basah dengan peluh.
"Mungkin saya ditakdirkan Tuhan untuk menjadi jalan rejekinya!".
Walaupun tadinya saya tidak berniat beli Siomay.

#lessonlearnt
Rejeki itu Alloh yang mengatur, yang penting kita bergerak, berusaha, berikhtian, berdo'a.

Rabu, 30 Juli 2025

Juli

Juli hampir pergi.
Tapi bayangan itu bergeming!
Tak mau pergi!
Atau tak boleh pergi. 






Selasa, 29 Juli 2025

Ideologi Itu Damai Tapi Sejarah Itu Kejam

Dulu tidak tega melihat visualisasi para penghuni kamp-kamp konsentrasi pada jaman Nazi .
Kini visual-visual tersebut terpotret di Gaza.
Delapan dekade setelahnya.
Belum lama. 
Dulu konon korbannya 
Sekarang pelakunya.
Idelogi itu damai tapi sejarah itu kejam. 
Dejavu....
Di era HAM dan peradaban manusia yang konon makin maju.
Manusia masih tetaplah hewan yang berpikir. 
Keserakahan dan ego.



Selasa, 22 Juli 2025

Quo Vadis Bangkom ASN

Setelah membaca tulisannya Pak Budi Hermawan berjudul Teh Hangat saya juga jadi ikut bertanya, "Quo Vadis Bangkom ASN?"
Sebelum dilanjutkan saya mempunyai sebuah hipotesis abal-abal (walaupun hasil perenungan dan observasi mendalam) :
Ketika Penerimaan ASN dilaksanakan dengan menerapkan sistem meritokrasi yang baik berupa proses CAT dan seleksi-seleksi lanjutan lainnya dan passing grade yang kompetitif maka 70% permasalahan pengembangan kompetensi ASN telah diselesaikan.
Jadi kuncinya ada di penerimaan ASN yang meritokratik. 
Tahapan Test ASN itu tidak hanya CAT saja tapi harus ada wawancara plus praktek kerja. Repot dan rumit....pasti! Tapi itu juga kalau mau hasil yang maksimal.
Dan satu lagi kesejahteraan yang proporsional, adil dan tidak diskriminasi. 
Hipotesis ini didasarkan:
SDM yang baik yang lahir dari sistem rekrutmen yang meritokratik secara natural dan organik akan berusaha untuk mengembangkan dirinya masing-masing.

Jumat, 11 Juli 2025

Kenikmatan Dunia itu Fana

Salah satu pembelajaran yang di dapat dari usia yang hampir mendekati setengah abad adalah tentang kefanaan kenikmatan dunia. 
Menikmati sebatang rokok, nikmatnya hanya sebatas ketika kita sebat saja.
Sedangkan dampat tar, nikotin, CO2 yang menempel di tubuh, tidak langsung hilang.
Malah akan menjadi lebih lama ketika telah berdampak pada kerusakan organ. 
Begitu juga dengan maknyusnya makanan enak!
Bangganya jadi juara!
Nikmatnya ejakulasi!
Tidak lama. 
Akhirnya hanya jadi cerita dan kenangan. 

Bagaimana tentang kesedihan!
Atau sakit!
Kalau yang feeling base itu bisa dimaintenance.
Tapi kalau sakit itu relatif lama. 



Minggu, 08 Juni 2025

Dunia yang Mengecil

Ketika kita ujian masuk sebuah perguruan tinggi,
Kamu diam-diam bersaing dengan banyak orang.
Dari berbagai daerah, beragam sekolah asal!
Untuk dapat diterima dijurusan yang diinginkan.

Ketika diterima,
Kamu diam-diam bersaing dengan banyak mahasiswa.
Satu kelas!
Untuk dapat menjadi yang terbaik.

Ketika kamu lulus perguruan tinggi.
Kamu diam-diam bersaing dengan lulusan-lulusan perguruan tinggi lain.
Persaingannya sebentar dan tidak terasa,
Karena sebelumnya tidak saling mengenal.

Ketika misal kamu diterima dan masuk dunia kerja,
Kamu akan ada didunia baru.
Di dunia sebenarnya.
Dengan berbagai karakternya dan latar belakangnya.
Dalam kontek ini, EQ dan social cultural skill kamu lebih diperlukan. 

Akan banyak persaingan
baik terasa atau tidak terasa.
Sebab ada manusia yang ditakdirkan tidak mau.
Tidak mau kalah,
Ingin selalu terdepan baik dalam karir maupun pendapatan.

Berbahagialah ketika kita ditakdirkan ada dilingkungan yang guyub.
Yang saling mengayomi dan tidak menganggap kita sebagai saingan. 


Sabtu, 03 Mei 2025

Mei Melow

Bulan Mei ini tidak banyak menulis. 
Lebih banyak menjalani apa yang sudah tertulis.
Hidup yang semakin penuh dinamika.
Yaa Rabb, Yang Maha Baik
Thanks for all.
Sampai di titik ini merupakan sebuah keajaiban.
Semua kujalani dengan sepenuh syukur.

Sabtu, 12 April 2025

Mesjid Jami At Takwa


Menyaksikan empat tampilan dari Mesjid Jami At Takwa Sukamaju.
Mulai dari yang arsitektur khas mesjid jaman dulu. Atap limasan, lantainya ubin warna hitam.
Karpetnya biru, hanya beberapa lembar sisanya sama tikar.
Pencahayaan di dalamnya kurang, ada kolam persegi panjang di depannya. 
Masa ini jarang-jarang masuk mesjid karena belum disunat.
Yang tersisa pernah pernah kejar-kejaran di dalam mesjid (khas anak kecil) dan dihalamannya 
ada bak air persegi panjang.
Di depan mesjid ada beberapa kantor unit pemerintahan, satu yang ku ingat adalah BIMAS yang menyalurkan pupuk untuk petani.

Sekitar tahun 1987an direnovasi.
masih pakai genteng, berlantai dua.
Tiang penyangga di dalam berbentuk bulat, dilapisi keramik.
Lantainya teraso...mewah untuk saat itu. 
Tempat wudhunya dibeton, bak airnya di depan mesjid berbentuk bulat.
Ada orang yang mencibir, ko bak air bulat.
Sejak dulu orang nyinyir itu ada. 

Setelahnya mengalami beberapa kali renovasi untuk mengubah kubah mesjid dan penambahan lantai 2.
Sekarang tampilannya seperti ini. 
Mesjid yang punya tempat khusus dihatiku.
Entah, sepertinya ada ikatan batin.
Sudah menjadi bagian hidup.
Jadi saksi diri ini tumbuh dan berkembang.
Belajar agama dan belajar tampil di depan umum.
Mudah-mudahan makmur selalu.

Senin, 07 April 2025

Suatu Saat Di Seberang Rektorat UI

Gedung Rektorat UI

Salah satu hal menakjubkan yang pernah dialami adalah duduk merenung menikmati view di atas dengan status sebagai mahasiswa UI.
Mudahan bukan kebanggaan yang berlebihan,
dan ini pun bukan dalam rangka membanggakan diri.
Hanya refleksi seorang anak gunung pernah punya mimpi tinggi.

Kehendak-Nya pula yang mendorong perjalanannya melewati episode ini.
Saat-saat yang penuh idealisme dan semangat.
Masa yang diliputi suka cita kaum muda.
Walau kadang ada juga cerita bernada derita.

Memandang gedung rektorat dari jauh adalah melihat diri yang mengajukan beasiswa JPS!
Satu-satunya beasiswa yang pernah dinikmati di universitas ini.
Terdampak krisis ekonomi 1998.
Bukan karena cerdas.


Di Ambang Idul Fitri 1447 H

Kurang lebih tiga jam lagi... adzan maghrib kan menggema.  pertanda hari kan berganti, 1 Syawal telah tiba. Lebaran kali ini masih ada perbe...