Selasa, 25 November 2014

Cirahong! Sensasi yang Tak Kunjung Padam

KA Lodaya, Solo Balapan-Bandung Melintas di Jembatan Cirahong
Walaupun entah yang keberapa puluh kali!Moment melewati jembatan Cirahong pasti menawarkan sensasi tersendiri, apalagi ketika berbarengan dengan datangnya kereta api. Sedikit memacu adrenalin. Terkadang aku ingin melintasinya dengan berjalan kaki, mencoba sesekali. Jembatan Cirahong tersebut merupakan salah satu saksi hidup sebuah adikarya teknik sipil negeri kincir angin. Menyaksikan kekokohan dan kekuatannya pasti menyisakan decak kagum. Pun ketika terjadi gempa berkekuatan 7,3 SR pada tanggal 2 September 2009 jembatan ini tidak mengalami kerusakan. Menurut saksi mata jembatan ini hanya bergoyang kiri kanan sebagai respon atas gempa yang cukup besar tersebut. Dibuat pada tahun 1893 dan diperkuat pada tahun 1954 jembatan ini mempunyai dua manfaat, jalur atas untuk Kereta Api dan lorong di bawahnya untuk mobil dan motor.

Sembari mengagumi unik, kokoh, kuat dan awetnya konstruksi Jembatan Cirahong pasti sebagian kita ada yang iseng membandingkan dengan karya teknik sipil sekarang. Mengapa bangunan sipil jaman Belanda mayoritas kuat, kokoh dan tahan lama?.........ingin tahun jawabnya? Jangan tanyakan pada orang di bawah ini! Sebab dia bukan ahli teknik sipil apalagi ahli nujum!dia tidak pernah merasa jadi ahli sesuatu, dia hanya berusaha untuk mencari tahu tentang segala sesuatu!walau terkadang dengan tahunya dia terbelenggu dalam ramai yang terasa sunyi///pfuihhhhhhhhh.......

Tampak Atas Jembatan Cirahong

Tidak ada komentar: